Showing posts with label Fungsi Logika Microsoft Excel 2007. Show all posts
Showing posts with label Fungsi Logika Microsoft Excel 2007. Show all posts

Fungsi String pada Microsoft Excel

No Comments



Pada postingan sebelumnya, membahas mengenai fungsi-fungsi pada Microsoft Excel yaitu MAX, MIN, AVEGARGE, SUM, ALAMAT ABSOLUT dan ALAMAT RELATIF semua itu dinamakan fungsi statistic (fungsi penjumlahan) untuk melakukan perhitungan data yang sudah dibuat. Pada postingan kali ini akan membahas  fungsi string. Fungsi string digunakakan untuk mencari, menuliskan sejumlah karakter atau digit angka dari suatu data.
Beberapa fungsi string diantaranya yaitu LEFT, RIGHT, MID, UPPER, LOWER, dan CONCATENATE.
1.     LEFT, berfungsi untuk mengambil sejumlah karakter atau digit dari kiri. Format penulisannya adalah =LEFT(Sel,x), x diisi angka yang merupakan pernyataan jumlah karakter yang diambil dari kiri. Contoh: pada sel C3 kita ketik data misalkan PANCASILA, kemudian kita pindah kursor di sel G4 dan ketik fungsi di formula bar =LEFT(C3,5) selanjutnya enter hasilnya menjadi PANCA.
2.        RIGHT, berfungsi untuk mengambil sejumlah karakter atau digit dari kanan. Format penulisannya adalah =RIGHT(Sel,x), x diisi angka yang merupakan pernyataan jumlah karakter yang diambil dari kanan. Contoh pada sel C3 kita ketik data misalkan REPUBLIK, kemudian kita pindah kursor disel G5 dan ketik fungsi di formula bar =RIGHT(C3,6) selanjutnya enter hasilnya menjadi PUBLIK.
       

3.        MID, berfungsi untuk mengambil sejumlah karakter atau digit dari tengah sejumlah karakter. Format penulisannya adalah =MID(Sel,x,y), x diisi angka untuk posisi awal karakter yang akan diambil, y menunjukan jumlah karakter yang akan diambil. Contoh: pada sel C3 kita ketik data misalkan INDONESIA, kemudian kita pindah kursor disel G6 dan buat fungsi di formula bar =MID(C3,4,3) selanjutnya enter hasilnya menjadi ONE.

4.    UPPER, berfungsi untuk mengubah hurup kecil menjadi kapital semua. Format penulisannya adalah =UPPER(Sel). Contoh: kita buat data pada sel C3 misalkan kepulauan, kemudian pindah kursor di sel G7 dan ketik fungsi di formula bar =UPPER(C3) selanjutnya enter dan hasilnya menjadi KEPULAUAN.

5.        LOWER, berfungsi untuk mengubah huruf kapital menjadi huruf kecil semua. Format penulisannya adalah =LOWER(Sel). Contoh: kita buat data pada sel C3 misalkan BHINEKA TUNGGAL IKA, kemudian pindah kursor di sel G8 dan ketik fungsi di formula bar =LOWER(C3) selanjutnya enter dan hasilnya menjadi bhineka tunggal ika.

6.        CONCATENATE, berfungsi untuk menggabungkan beberapa data dari beberapa cell. Format penulisannya adalah =CONCATENATE(text1,text2,…).
Contoh: kita buat data pada sel C3 BHINEKA sel D4 TUNGGAL sel E4 IKA, kemudian pindah kursor di sel G4 dan ketik fungsi di formula bar =CONCATENATE(C3,D3,E3) selanjutnya enter dan hasilnya menjadi  BHINEKATUNGGALIKA.
Catatan: untuk format penulisan LEFT, RIGHT,MID dan CONCATENATE dapat disesuaikan, jika tanda koma (,) tidak dapat menghasilkan karakter data yang kita cari  maka  digunakan tanda titik koma (;). Misalnya =LEFT(B3;5) tidak  dapat menghasilkan karakter yang kita cari, maka diganti menjadi =LEFT(B3,5) dan begitupun sebaliknya.
Demikian cara penggunaan Fungsi String pada Microsoft Excel semoga bermanfaat..
Fungsi Logika Microsoft Excel 2007

Fungsi Logika Microsoft Excel 2007

No Comments

- Dalam melakukan perhitungan, seringkali ditemukan adanya beberapa pilihan yang harus ditentukan. Sebagai contoh, dari nilai mahasiswa akan ditentukan apakah mahasiswa tersebut lulus atau tidak, dan jika lulus apakah predikat dari nilainya tersebut. Dalam menangani hal ini telah disediakan fungsi untuk percabangan, yaitu dengan mengunakan fungsi IF. Fungsi ini digunakan untuk menguji suatu kondisi atau logika, yang akan menentukan nilai kembali ke-1 jika kondisi tersebut bernilai benar dan menentukan nilai kembali ke-2 jika kondisi tersebut salah. Cara penggunaan:
=IF(Kondisi;[Nilai_Jika_Benar];[Nilai_Jika_Salah])
Keterangan:
Kondisi Suatu ungkapan logika yang berupa perbandingan.
Nilai_Jika_Benar Nilai yang dihasilkan jika pengujian kondisi bernilai benar.
Nilai_Jika_Salah Nilai yang dihasilkan jika pengujian kondisi bernilai salah.
Sebagai contoh, dalam menampilkan status kelulusan mahasiswa dengan melihat nilai ujian yang sudah dijalaninya sebagai berikut.
Gambar 5.8 Data awal untuk mencari status kelulusan
Gambar 5.8 Data awal untuk mencari status kelulusan
Untuk mendapatkan status “LULUS” mahasiswa harus mempunyai nilai lebih besar dari 50. Jika nilainya kurang dari 50, maka akan diberi status “TIDAK LULUS”.
a. Penggunaan Fungsi IF
Untuk dapat menyelesaikannya dibutuhkan fungsi logika, yaitu fungsi IF. Untuk lebih jelasnya, berikut disampaikan beberapa paparan tentang penggunaan fungsi IF. Fungsi IF dengan format lengkap adalah sebagai berikut.
IF(logical_test;value_if_true;value_if_false)
Keterangan:
logical_test merupakan syarat dari percabangan.
value_if_true merupakan nilai jika syarat percabangan terpenuhi.
value_if_false merupakan nilai jika syarat percabangan tidak terpenuhi.
Langkah-langkah untuk menyelesaikannya melalui function wizard adalah sebagai berikut.
1) Klik pada sel D3.
2) Klik Formulas, pilih Logical, kemudian klik fungsi IF.
Gambar 5.9 Pemilihan Fungsi IF melalui Category Logical.
Gambar 5.9 Pemilihan Fungsi IF melalui Category Logical.
3) Ubah setting pada kotak dialog fungsi IF seperti berikut.
Gambar 5.10 Setting melalui function wizard
Gambar 5.10 Setting melalui function wizard
Pada Logical Test ditulis C3 > 50 adalah karena di sel C3-lah letak dari nilai yang akan dilakukan penyeleksian. Ketikkan syaratnya pada isian logical_test, misalnya C3>50 yang artinya jika data di sel C3 lebih besar atau sama dengan 50 maka bernilai benar dan jika kurang dari 50 maka bernilai salah. Ketikkan teks “Lulus” pada isian value_if_true, yang artinya jika pada logical_test bernilai benar maka teks ini yang akan dihasilkan/dikeluarkan. Ketikkan teks “Tidak Lulus” pada isian value_if_false, yang artinya jika pada logical_test bernilai salah maka teks ini yang akan dihasilkan/dikeluarkan.
4) Klik OK. Copy-kan formula ke sel di bawahnya.
Pemberian tanda “ ” merupakan tambahan jika ingin menambahkan statement berupa kalimat atau string. Didapatkan hasil akhir seperti gambar berikut.
Gambar 5.11 Hasil akhir pemberian status kelulusan
Gambar 5.11 Hasil akhir pemberian status kelulusan
b. Percabangan beberapa Tingkat
Percabangan tidak hanya pemisahan menjadi dua kemungkinan saja, namun juga bisa menjadi banyak kemungkinan. Untuk percabangan yang memisahkan ke banyak kemungkinan harus menggunakan IF secara bertingkat.