Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Bahasa Indonesia masuk kurikulum di Australia

Bahasa Indonesia masuk kurikulum di Australia

Dunia pendidikan di Australia kian serius menjadikan bahasa Indonesia sebagai bagian dari kurikulum mereka. Buktinya, Bahasa Indonesia termasuk salah satu mata pelajaran bahasa asing yang ditawarkan di sekolah-sekolah Negeri Kanguru itu. Fakta ini diungkapkan Peter Mackey, pejabat pendidikan dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta. "Di sekolah-sekolah Australia, selain mengajarkan bahasa Eropa, kami juga mengajarkan bahasa Asia. Bahasa Indonesia, sebagai salah satu bahasa Asia, turut diajarkan secara signifikan," kata Mackey.  "Kemampuan belajar bahasa dan budaya Indonesia diharapkan dapat menunjang pengetahuan para siswa dalam bidang geografi, juga sebagai persiapan kalau-kalau ada yang berniat melanjutkan studi ke Indonesia," lanjut Mackey dalam "Simposium Pendidikan Internasional Australia-Indonesia" di Jakarta hari ini.

Mackey mengungkapkan bahwa makin populernya Bahasa Indonesia di Australia tak lepas dari makin banyak pelajar nusantara yang menimba ilmu di negaranya sejak 1950an. Pada 2010, tercatat 18.000 pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di berbagai lembaga pendidikan Australia.  "Angka ini semakin meningkat setiap tahunnya, dan hal ini semakin mempererat hubungan kedua negara dalam bidang pendidikan," ujar Mackey Dia juga mengungkapkan bahwa Indonesia dan Australia menjalin kemitraan yang sangat baik dalam bidang pendidikan. Australia bahkan menyediakan anggaran kurang lebih Rp4,5 milyar untuk kerjasama pendidikan bilateral.

Beberapa figur lain yang menjadi pembicara dalam simposium di Jakarta itu antara lain Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Fasli Jalal; perwakilan Bank Dunia, Chris Smith; Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Irwandi Arif; dan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Dewi Irawaty.
Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris

Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris

Berikut ini adalah istilah-istilah dalam bahasa Indonesia yang berasal/diserap dari bahasa Inggris. Untuk akhiran-akhiran yang umum, seperti -logi, -grafi, -isme, bisa dilihat di dalam Kategori:Sufiks. Banyak kata-kata dalam bahasa Inggris juga diserap dari bahasa-bahasa lain, terutama Latin dan Yunani, dan bahasa Indonesia terkadang menyerap langsung dari bahasa-bahasa tersebut, tanpa melalui bahasa Inggris. Selain itu masih banyak lagi istilah-istilah dari bahasa Inggris yang bertopik khusus, misalnya biologi, teknologi informasi, hukum, yang terlalu banyak jika didaftarkan di satu halaman.


A

* adequate - adekuat
* application - aplikasi
* actor - aktor
* aquarium - akuarium
* allergy - alergi
* artist - artis
* access - akses
* acting - akting
* accessory - asesori
* activist - aktivis
* actress - aktris
* accomodation - akomodasi
* acupuncture - akupungtur
* alliance - aliansi
* apartment - apartemen
* appreciation - apresiasi
* asset - aset
* association - asosiasi
* astronaut - astronot
* assumption - asumsi
* agronomy - agronomi


B

* ballpoint - bolpen
* balloon - balon
* business - bisnis


C

* check - cek


D

* decade - dekade
* department - departemen
* depression - depresi
* detection - deteksi
* detective - detektif
* detergent - deterjen
* detail - detil
* diagnose - diagnosa
* dichotomy - dikotomi
* dictator - diktator
* dilemma - dilema
* dimension - dimensi
* dissertation - disertasi
* disinfectant - disinfektan
* disco - disko
* discount - diskon
* diskette - disket
* discourse - diskursus
* design - disain/desain
* dollar - dolar
* double - dobel
* dose - dosis
* doctor - dokter
* domestic - domestik


E

* efficiency - efisiensi
* execution eksekusi
* exist - eksis
* expansion - ekspansi
* exploration - eksplorasi
* export - ekspor
* expose - ekspos
* excess - ekses
* ecstasy - ekstasi
* education - edukasi
* ecology - ekologi
* ecosystem - ekosistem
* embargo - embargo
* embryo - embrio
* energy - energi
* enzyme - enzim
* erection - ereksi
* erosion - erosi
* erotic - erotik
* essay - esai
* estimation - estimasi
* evacuation - evakuasi
* evaluation - evaluasi


F

* fax - faks
* fact - fakta
* federation -federasi
* fermentation - fermentasi
* fashion - fesyen
* feminine - feminin
* fiction - fiksi
* finish - finis
* flexible - fleksibel
* focus - fokus
* fossil - fosil
* friction - friksi
* fusion - fusi


G

* generalization - generalisasi
* genetic - genetik
* glamour - glamor
* goal - gol
* gossip - gosip
* gradation - gradasi
* gratification - gratifikasi


H

* hydrogen - hidrogen
* homosex - homoseks
* hormone - hormon
* horror - horor
* hostess - hostes


I

* ice - es
* idol - idola
* infrastructure - infrastuktur
* illegal - ilegal
* imperialist - imperialis
* improvisation - improvisasi
* impulsive - impulsif
* inflation - inflasi
* innovation - inovasi
* insecticide - insektisida
* instant - instan
* instinct - insting
* instrument - instrumen
* interaction - interaksi
* intermezzo - intermezo
* interpretation - interpretasi
* internist - internis
* interruption - interupsi
* intervention - intervensi
* injection - injeksi
* invasion - invasi
* investation - investasi


J

* juice - jus


K

* calculator - kalkulator
* calm - kalem
* campus - kampus
* cancer - kanker
* capsule - kapsul
* cartoon - kartun
* casette - kaset
* charismatic - karismatik
* catering - katering
* cholesterol - kolesterol
* keeper - kiper
* claim - klaim
* clarification - klarifikasi
* clone - klon
* cockpit - kokpit
* coin - koin
* coffee - kopi
* collution - kolusi
* coma - koma
* complain - komplain
* condominium - kondominium
* condusive - kondusif
* confirmation - konfirmasi
* conglomerate - konglomerat
* contamination - kontaminasi
* container - kontainer
* counseling - konseling
* council - konsil
* counter - konter
* convention - konvensi
* conversion -konversi
* commitment - komitmen
* community - komunitas
* computer - komputer
* copy - kopi
* cornea - kornea
* corporation - korporasi
* cosmetic - kosmetik
* cowboy - koboi
* cream - krim
* crusial - krusial
* coupon - kupon
* cursor - kursor


L

* lamination - laminasi
* landscape - lanskap
* lasso - laso
* legislative - legislatif
* league - liga
* lipstick - lipstik
* lobby - lobi
* locker - loker


M

* mall - mal
* malpractice - malpraktik
* management - manajemen
* manager - manajer
* marathon - maraton
* marginal - marjinal
* mark - marka
* mascot - maskot
* matrix - matriks
* mediation - mediasi
* meditation - meditasi
* mechanic - mekanik
* menthol - mentol
* metabolism - metabolisme
* molecule - molekul
* motivation - motivasi


N

* naturalization - naturalisasi
* national - nasional
* negotiation - negosiasi
* nuance - nuansa
* nuclear - nuklir
* narcotic - narkotik


O

* oasis - oase
* obsession - obsesi
* okay - oke
* oxygen - oksigen
* opposition - oposisi
* option - opsi
* optic - optik
* oration - orasi
* orbit - orbit
* orgasm - orgasme
* orientation - orientasi
* overactive - overaktif
* ovulation - ovulasi
* ozone - ozon


P

* panelist - panelis
* paradigm - paradigma
* paradox - paradoks
* paramedic - paramedik
* parody - parodi
* particle - partikel
* passport - paspor
* patent - paten
* pelican - pelikan
* phenomenon - fenomena
* photo - foto
* plastic - plastik
* pollution - polusi
* prediction - prediksi
* premature - prematur
* property - properti
* protection - proteksi
* psychology - psikologi
* pulse - pulsa


R

* radioactive - radioaktif
* ratio - rasio
* rational - rasional
* reclamation - reklamasi
* record - rekor
* relative - relatif
* rally - reli
* relax - rileks
* renovation - renovasi
* restitution - restitusi
* research - riset
* revision - revisi
* rocket - roket
* royalty - royalti
* rumour - rumor
* routine - rutin


S

* safari - safari
* science - sains
* saxophone - saksofon
* sample - sampel
* satellite - satelit
* sexy - seksi
* cellular - selular
* scheme - skema
* sceptic - skeptis
* score - skor
* scooter - skuter
* solution - solusi
* simulation - simulasi
* smash - smes
* speculation - spekulasi
* stethoscope - stetoskop
* stress - stres
* stok - stock
* syndicate - sindikat
* supervision - supervisi
* supply - suplai
* survey - survei
* souvenir - suvenir


T

* taboo - tabu
* taxi- taksi
* tyranny - tirani
* tissue - tisu
* tolerance - toleransi
* topic - topik
* tractor - traktor
* transplantation - transplantasi
* trend - tren
* trophy - trofi
* tumour - tumor


V

* vaccum - vakum
* verification - verifikasi
* villa - vila
* volley - voli


Kata-kata yang diserap secara utuh

Kata-kata yang tidak mengalami penyesuaian kaidah antara lain: bar, bikini, chatting, digital, domain, doping, download dan upload[1], e-mail, era, fatal, film, forum, game, generator, global, golf, handphone, herbal, hologram, humor, internet, insomnia, investor, jumbo, laptop, laser, libido, lift, monster, novel, orbit, opera, parabola, paranormal, partner, pizza, radar, regional, robot, supermarket, target, unit, video, visual, voucher, vulgar, refill (isi ulang), remote, runner-up (juara dua), stainless steel (baja tahan karat), tomboy (tomboi), timer, textbook (buku teks), drop-out, deadline (tenggat waktu), leasing, sweater, microwave, megabyte, channel, charger, clearing, fee (upah), booking, blue-jean, bestseller, pick-up, outlet, nonstop, password (kata sandi), online, mark-up, hunting, corned-beef, knock-out, casing, overhead-projector, offside, boarding, sweeping, visa, truck (truk), paranoid, hard-disk, multimedia, scope, stroke, bar-code, sponsor, snack, baby-sitter, jazz, helm, frigid, sedan, recall, booting, check-up,foklift, spray, draw (seri), stocking, voting, ranking, fifty-fifty.


Catatan:
1. ^ (dialihbahasakan menjadi unduh dan muat)
2. ^ (dialihbahasakan menjadi surat elektronik)
3. ^ (dialihbahasakan menjadi permainan)
4. ^ (dialihbahasakan menjadi telepon genggam atau ponsel)
Kata Serapan Bahasa Indonesia dan Melayu Modern dari Bahasa Sanskerta

Kata Serapan Bahasa Indonesia dan Melayu Modern dari Bahasa Sanskerta

Bahasa Sanskerta sudah ribuan tahun dikenal di Nusantara. Bukti tertua yang sekarang masih ada ialah prasasti-prasasti yang ada di Kutai, Kalimantan Timur dan kurang lebih berasal dari abad ke-4 atau abad ke-5 Masehi.

Karena keberadaan bahasa Sanskerta di Nusantara sudah lama, sudah tentu banyak kata-kata dari bahasa ini yang diserap dalam bahasa-bahasa setempat. Artikel ini membicarakan kata-kata serapan dalam bahasa Melayu tradisional dan dalam bahasa Indonesia modern.


Kosakata dasar

Karena sudah sangat lama dikenal di Nusantara, kata-kata Sanskerta ini seringkali sudah tidak dikenali lagi dan sudah masuk ke kosakata dasar. Oleh karena itu seseorang bisa menulis sebuah cerita pendek yang hanya menggunakan kata-kata Sanskerta saja. Di bawah ini disajikan sebuah cerita kecil terdiri dari kurang lebih 80 kata-kata dalam bahasa Indonesia yang ditulis hanya menggunakan kata-kata Sansekerta saja, kecuali beberapa partikel-partikel. Kata-kata Sanskerta di bawah dicetak tebal:

Karena semua dibiayai dana negara jutaan rupiah, sang mahaguru sastra bahasa Kawi dan mahasiswa-mahasiswinya, duta-duta negeri mitra, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata suami-istri, beserta karyawan-karyawati lembaga nirlaba segera berdharmawisata ke pedesaan di utara kota kabupaten Wonosobo antara candi-candi purba, berwahana keledai di kala senja dan bersama kepala desa menyaksikan para tani yang berjiwa bersahaja serta berbudi nirmala secara berbahagia berupacara, seraya merdu menyuarakan gita-gita mantra, yang merupakan sarana pujian mereka memuja nama suci Pertiwi, Dewi Bumi yang bersedia menganugerahi mereka karunia dan restu, meraksa dari bahaya, mala petaka dan bencana.


Jumlah kata-kata Sanskerta dalam bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia diperkirakan ada sekitar 800 kata-kata dari bahasa Sanskerta. Kata-kata ini ada yang diserap langsung dari bahasa aslinya, namun banyak pula yang diserap dari bahasa Jawa atau bahasa Jawa Kuna. Yang diserap dari bahasa Jawa sering dipakai sebagai pembentukan kata-kata baru dan disebut sebagai neologisme.

Meski kelihatannya hanya sedikit, namun kata-kata ini frekuensinya cukup tinggi dan banyak yang masuk ke kosakata dasar seperti telah dibicarakan di atas ini sehingga tampaknya banyak.

Penyesuaian fonologi

Fonologi bahasa Sanskerta dan bahasa Melayu agak berbeda. Di dalam bahasa Sanskerta dikenal ada 7 vokal pendek dan 6 vokal panjang (secara teoretis ada 7 vokal panjang pula). Lalu ada 26 konsonan.

* Vokal
* Pendek:
* /a/, /i/, /u/, /ṛ/, /ḷ/, /e/, dan /o/
* Panjang:
* /a:/, /I:/, /u:/, /ṛ:/, /ḷ:/, /ai/, dan /au/.

* Konsonan
* Letupan
* /k/, /g/, /c/, /j/, /ṭ/, /ḍ/, /t/, /d/, /p/, /b/
* Letupan yang disertai hembusan
* /kh/, /gh/, /ch/, /jh/, /ṭh/, /ḍh/, /th/, /dh/, /ph/, /bh/
* Sengau
* /ng/, /ñ/, /ṇ/, /n/, /m/
* Semivokal
* /y/, /r/, /l/, /w/
* Sibilan
* /ś/, /ṣ/, /s/, /h/
* Lain-lain
* /ḥ/, /ṃ/


Dalam bahasa Melayu tidak ada permasalahan berarti dalam menyesuaikan vokal-vokal Sanskerta. Namun karena dalam bahasa Melayu tidak ada vokal panjang, maka semua vokal panjang berubah menjadi pendek.

Selain itu ada hal menarik dalam penyesuaian vokal /r/. Vokal ini sekarang di India dilafazkan sebagai /ri/ sementara zaman dahulu diperkirakan vokal ini dilafazkan sebagai /rə/ atau /'ər/, mirip seperti dalam bahasa Jawa. Inilah sebabnya mengapa nama bahasa Samskrta di Indonesia dilafazkan sebagai Sanskerta, tetapi di India sebagai Sanskrit. Dalam bahasa Melayu pada beberapa kasus vokal ini dilafazkan sebagai /ri/, namun pada kasus-kasus lainnya dilafazkan sebagai /'ər/. Selain itu kata-kata Sanskerta yang diserap dari bahasa Jawa seringkali juga memuat pelafazan /'ər/ atau /rə/.

Beberapa contoh:

* Sebagai /ri/ -> “berita”, “berida”.
* Sebagai /rə/ -> “bareksa”
* Serapan dari bahasa Jawa /'ər/ -> “werda”

Kemudian perbendaharaan konsonan bahasa Melayu tidak sebanyak bahasa Sanskerta. Konsonan retrofleks tidak ada padanannya dalam bahasa Melayu sehingga disesuaikan menjadi konsonan dental. Lalu dari tiga sibilan dalam bahasa Melayu yang tersisa hanya satu sibilan saja, meski dalam huruf Jawi seringkali sibilan retrofleks atau palatal ini ditulis menggunakan huruf syin ش. Misalkan kata kesatria yang dalam bahasa Sanskerta dieja sebagai kṣatriya (kshatriya) dalam tulisan Jawi dieja sebagai کشتريا.

Lalu kasus menarik selanjutnya ialah penyesuaian konsonan yang disertai dengan aspirasi atau hembusan. Dalam bahasa Melayu seringkali hembusan ini juga dilestarikan. Sebagai contoh diambil kata-kata:

* bhāṣa -> bahasa
* chaya -> cahaya
* phala -> pahala

Hal ini justru tidak dilestarikan dalam bahasa Nusantara lainnya, misalkan bahasa Jawa dan bahasa Bali. Di sisi lain nampaknya hal ini justru ada dalam bahasa Madura di mana aspirasi ini terlestarikan pula pada konsonan eksplosiva bersuara.

Kemudian semivokal /y/ dan /w/ pada posisi awal berubah menjadi /j/ dan /b/. Contohnya ialah kata-kata “jantera”, “bareksa”, “berita”, dan “bicara”.

Lalu anusvara /ṃ/ (/m./) dalam bahasa Melayu dilafazkan sebagai /ng/ atau sebagai sengau homorgan.



DP: Referensi

* (en) Jan Gonda, 1952, Sanskrit in Indonesia, New Delhi: International Academy of Indian Culture.
* (en) Johannes Gijsbertus de Casparis, 1997, Sanskrit loan-words in Indonesian: An annotated check-list of words from Sanskrit in Indonesian and Traditional Malay, Jakarta: Badan Penyelenggara Seri NUSA, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
* (id) Professor Dr. Mukunda Madhava Sharma M.A., Ph. D., D. Litt., Kavyatirtha, 1985, Unsur-Unsur Bahasa Sanskerta dalam Bahasa Indonesia. Denpasar: Wyāsa Sanggraha.
* (id) Edi Sedyawati, Ellya Iswati, Kusparyati Boedhijono, dan Dyah Widjajanti D., 1994, Kosakata Bahasa Sanskerta dalam Bahasa Melayu Masa Kini. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Mandarin

Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Mandarin

Bahasa Indonesia banyak memuat kata-kata serapan dari bahasa-bahasa Tionghoa. Sebagian besar kata-kata ini diserap bukan dari bahasa Mandarin, tetapi dari bahasa Hokkien, bahasa Amoi dan bahasa Kanton.

Kata-kata ini terutama berhubungan dengan dapur dan makanan. Pengaruhnya terutama sangat terasa di pulau Jawa, di mana penduduk pulau ini sekarang tidak bisa lagi makan dan minum tanpa teh, tahu, kecap, bakmi, bakso, soto dan sate. Kemudian kata-kata lain adalah yang spesifik berhubungan dengan budaya Tionghoa, misalkan Imlek, hongshui, shio dan sebagainya. Namun dalam bahasa Melayu dialek Betawi yang dipertuturkan di daerah Jakarta dan sekitarnya, kata ganti pertama (gua) dan kedua (lu) berasal dari sebuah bahasa Tionghoa. Selain itu dalam menyebut kata-kata bilangan, yang tidak dimuat di daftar ini, juga banyak dipakai kata-kata Tionghoa. Bahkan kota yang berada di barat Jakarta, kota Tangerang didirikan oleh orang Tionghoa dan nama ini berasal dari sebuah bahasa Tionghoa.


Sesuatu hal yang menarik ialah bahwa beberapa perkataan berhubungan dengan sektor informal, terutama di daerah Jakarta dan sekitarnya. Ada kata-kata yang berhubungan dengan perjudian dan prostitusi. Kemungkinan kata-kata ini dipergunakan sebagai bahasa rahasia.

Beberapa kata dipertentangkan atau diragukan apakah berasal dari sebuah bahasa Tionghoa atau bukan, kata-kata ini antara lain adalah singkong (bahasa Melayu: “ubi pohon”) dan sate. Ada yang menduga kata sate berasal dari bahasa Tamil. Sedangkan kata jung yang tersebat di antara Jazirah Arab sampai Laut China Selatan, bukan berasal dari sebuah bahasa Tionghoa namun dari sebuah bahasa Austronesia. Yang berasal dari bahasa Tionghoa adalah kata wangkang. Namun kata terakhir ini sebenarnya merupakan kata serapan dari bahasa Austronesia (lihat Distrik Wanhua).

Kemudian agak mengherankan praktis tidak ada kata-kata pinjaman yang berhubungan dengan senjata api, padahal senjata api diciptakan oleh bangsa Tionghoa.

Daftar ini belum lengkap; barangsiapa yang mengetahui kata-kata lainnya silakan menambah.

A

* amah
* amoy
* angkin
* angkong
* anglo (洪爐)
* anglong
* angpao (紅包)
* angsiau (紅燒)


B

* bacang (肉粽)
* bak (tinta) (墨)
* bakiak
* bakmi (肉麵)
* bakpau (肉包)
* bakpia (肉餅)
* bakso
* bakwan (肉丸)
* babah
* banji
* barongsai
* batau
* bihun (mihun) (米粉)
* bolui
* bongmeh
* bopo
* bongpai (墳碑)


C

* cabo
* cah (炒)
* cakwe (炸粿/炸鬼)
* cangantu
* cangbok
* cangklong
* cap cai (雜碎): tumis sayuran
* Cap Go Meh (十五暝; pinyin: shí wǔ wěi): perayaan 15 hari setelah tahun baru Imlek
* capjiki
* cawan
* cha sio (sederhana: 叉烧; tradisional 叉燒; pinyin chāshāo): sejenis babi panggang
* cat
* ceki
* cia
* ciami
* cici (姐姐)
* Cina (支那)
* cincai
* cincau (仙草)
* cincu (珍珠)
* cingantu
* cingbok
* cingcai
* cingge
* cintong
* ciu (酒)
* cocang
* compoh
* cui
* cuki
* cukeng
* cukong (主公)
* cun (寸)


D

* dacing - timbangan
* dim sum (tradisional: 點心, sederhana: 点心 hanyu pinyin: dianxin) - sejenis makanan kecil


E

* encang
* encing
* engkoh
* engkong (阿公)


F

* fu yung hai (芙蓉海)


G

* gin coa
* gincu (胭脂)
* ginkang
* giwang (耳環)
* gua (我)


H

* hiansay
* hio (香)
* hoakiau
* hoana (華那)
* hoki (福氣)
* honghouw
* hongsui atau fengshui (風水) - ilmu keharmonisan Tionghoa
* hopeng (好朋)
* hunkue (粉粿)
* hwahwee
* hwee

I

* Imlek (陰曆)


J

* jamu


K

* kamsia (感謝)
* kecap (茄汁 atau 鮭汁) - sejenis penyedap makanan
* keluyuk (咕咾肉)
* kiejin
* kimlo
* klenteng
* koa
* koi (鯉)
* koko (哥哥)
* Kong Hu Cu (孔夫子)
* kongcu
* kongkalikong
* kongko
* kongsi (公司)
* koyo
* ku
* kuaci (瓜籽)
* kuah
* kue
* kung fu (功夫) - seni bela diri
* kuntau
* kuntung
* kuli (苦力)
* kwetiauw (粿條)


L

* lang (人)
* leci (荔枝)
* lihai (厲害)
* liong (龍)
* loteng (樓頂)
* lonte
* lu (汝)
* lumpia (lun pia) (潤餅)


M

* maciok, mahyong (麻雀 / 麻將)
* mangkok (碗鍋)
* mie (麵)
* mihun (bihun) (米粉)
* misoa (麵線)
* moksai
* mua
* mak (媽)


N

* ncik (姐)


O

* oto (kata)


P

* pakau
* pakpui
* pangseng
* pangsi
* pangsit (扁食)
* pangkeng (房間)
* pia (餅)
* popia
* potehi - boneka wayang Tionghoa


S

* samcam (三層)
* sampan (舢舨)
* sate (三疊)
* shio (肖)
* sinci
* sincia (新假 xīnjià kemungkinan berasal dari 新年假期 xīnnián jiàqí - liburan tahun baru)
* singkek
* singkong
* sinse (診師)
* siomai (燒賣)
* sohun (細粉)
* sopia
* soto
* swike (水雞) - makanan dari daging katak
* swipoa (sederhana 算盘; tradisional: 算盤; Pinyin: suànpán) - alat hitung, juga disebut sebagai abakus.


T
Karakter bahasa Tionghoa

* tacik (大姐)
* tahu (bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) - sejenis makanan yang dibuat dari kedelai
* taiko
* taipak
* taipan
* Tangerang
* taoci
* tauco (豆醬)
* taucang
* tauge (豆芽)
* tauke (頭家)
* teh (茶)
* teko (茶壺)
* timlo
* Tionghoa (中華)
* Tiongkok (中國)
* tongkang
* toya
* tukang (土工)


W

* wangkang (艋舺)
* wotie


Y

* yin yang (陰陽)



DP: * (fr)(id) Pierre Labrouse, 1985, Kamus Umum Indonesia-Prancis, Paris: Association Archipel dan Jakarta: Gramedia. Kamus ini memuat etimologi kata-kata serapan dalam bahasa Indonesia.
* (id) Jumariam, Meity T. Qodratillah, dan C. Ruddyanto, 1996, Senarai Kata Serapan dalam bahasa Indonesia, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Perbedaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia

Perbedaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia

Bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia adalah dua bentuk baku dalam bahasa Melayu modern (pasca-Perang Dunia II). Selain keduanya, terdapat pula bentuk baku lain yang dipakai di Brunei, namun karena penuturnya sedikit bentuk ini menjadi kurang signifikan. Artikel ini mencoba menunjukkan perbedaan di antara kedua bentuk baku utama meskipun usaha-usaha penyatuan ejaan dan peristilahan selalu dilakukan di bawah koordinasi MABBIM.

Sebenarnya tidak banyak perbedaan antara kedua bahasa tersebut. Berbagai varian bahasa Melayu digunakan di berbagai wilayah Indonesia dan semua mengakui bahwa bahasa yang digunakan di Provinsi Riau dan sekitarnya adalah bahasa Melayu Standar (atau bahasa Melayu Tinggi, bahasa Melayu Piawai). Perbedaan latar belakang sejarah, politik, dan perlakuan yang berbeda menyebabkan munculnya perbedaan tata bahasa, peristilahan dan kosakata, pengucapan, serta tekanan kata pada dua bentuk standar modern yang sekarang dipakai.


Perbedaan itu secara garis besar dapat dipaparkan sebagai berikut:

1. Dari latar belakang penjajahan asing bisa dikatakan bahwa bahasa Indonesia lebih menyerap bahasa Belanda sedangkan bahasa Malaysia lebih menyerap bahasa Inggris.
2. Dari segi perlakuan, kedua-dua bahasa tersebut diperlakukan sesuai dengan kebijakan kebahasaan di negara masing-masing, namun ada perhimpunan yang mengatur bahasa Melayu yang disebut dengan Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (MABBIM).
3. Dari segi penyerapan kata di negara masing-masing, bahasa Indonesia yang didasarkan dari bahasa Melayu berdialek Riau menyerap pula bahasa-bahasa daerah di Indonesia seperti bahasa Jawa dll.


Perbedaan yang penting antara bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia berbeda dari bahasa Melayu di Malaysia karena bahasa Indonesia memiliki lebih banyak perkataan yang berasal dari bahasa Jawa dan bahasa Belanda meski bahasa Indonesia didasarkan dan didominasi dari bahasa Melayu Riau, contohnya "pejabat pos" di Malaysia dikenal dengan sebutan "kantor pos" di Indonesia. "Kantor" ini berasal dari kata Belanda kantoor untuk "pejabat".

Perbedaan ejaan

Ketika zaman penjajahan, bahasa Indonesia menggunakan "oe" untuk bunyi "u", sama seperti bahasa Belanda, namun setelah penaklukan Jepang ejaan tersebut diganti menjadi "u". Di Malaysia sebelum tahun 1972, bunyi "ch" dieja dengan "ch" dan bahasa Indonesia menggunakan "tj". Oleh itulah, perkataan "cap" telah dieja sebagai "chap" di Semenanjung Malaya dan "tjap" dalam bahasa Indonesia. Setelah "Ejaan Yang Disempurnakan" diperkenalkan pada tahun 1972, kedua-dua bahasa itu menggunakan ejaan yang sama, yaitu "cap". Contoh ejaan lain yaitu "dj" (Indonesia) diganti dengan "j" seperti di Malaysia. Ada beberapa ejaan yang masih dipertahankan atas sebab sejarah, contohnya "wang" (Semenanjung Malaya) dan "uang" (Indonesia).

Perbedaan kosa kata

Beberapa contoh kata-kata yang berbeda jauh antara kedua bahasa:

Beberapa contoh kata-kata yang berbeda jauh antara kedua bahasa:
Bahasa Inggris Bahasa Malaysia Bahasa Indonesia/ Bahasa Melayu di Indonesia
March Mac (dari Bahasa Inggris) Maret
August Ogos Agustus
challenge cabaran tantangan, kecabaran
speak bercakap, bertutur, berbual berbicara, bercakap-cakap
shop kedai toko
ticket tiket karcis, tiket
pharmacy farmasi, kedai ubat apotek, farmasi
Monday Isnin Senin
restaurant restoran, kedai makan rumah makan, restoran
because kerana karena
hospital hospital, rumah sakit (jarang digunakan lagi) rumah sakit
zoo taman haiwan, zoo kebun binatang
television televisyen televisi
university universiti universitas
head office ibu pejabat kantor pusat
car kereta mobil/oto
walaupun kata dari bahasa Melayu sama dengan indonesia tetapi ke dalam bahasa inggris berbeda
Kata terjemahan dari bahasa Melayu terjemahan dari Bahasa Indonesia
ahli a member (of a group)
(when the word is used by itself),

expert in a field
expert in a field
akta act (= law) act (= written legal document)
baja fertilizer steel
Malaysian: besi waja
banci census effeminate, transvestite homosexual
belanja to treat, giving something for free to shop
berbual to chat to tell a lie
bercinta love make love, have sexual intercourse
biji pill, tablet seed, testicles ("balls", offensive)
bisa venom can/able (same as "boleh" in Malay), venom
bogel naked very short person, dwarf, midget
bontot/buntut buttock tail ('ekor' as commonly used in Malay)
budak kid slave
butoh/butuh male genitals, an offensive reference need
comel cute, pretty (to call) someone who can not keep a secret (example: mulutnya comel= her mouth can't keep a secret)
duduk a place to live on, and also: to sit to sit
email electronic mail (recently changed to "emel") enamel
gampang bastard
from 'anak gampang' lit. easy child
easy (non negative meaning)
jabatan department position
jawatan position department
jemput invite pick up
jeruk pickles/preserved fruits or vegetables oranges
jimat pennywise, save money or something e.g electricity amulet (the Malaysian equivalent is azimat)
kacak handsome ber-kacak pinggang (stands with hands on your hips)
The Malaysian equivalent is bercekak-pinggang, a phrase to mean that a person is being bossy
kakitangan employee member of mafia/criminal organisation
kapan or kafan: Muslim burial shroud (kain kafan/kapan) when (kapan mau pulang?= when do you want to go home?)
karya work of art (karyawan=artists) work (karyawan= workers)
kerajaan government
(historical association, most Malay states were governed by monarchs, from Raja = King, now refers to any kind of government)
kingdom
kereta car train
khidmat service fully concentrate
konfeksi confection, sweets clothing industry, any fancy or luxurious woman's clothings
pajak to mortgage tax
pelan plan
(associated with architectural work, site map etc only)
slow (perlahan in Malay)
pejabat office officer/officials
(those who hold office, Malay (pegawai)
pemerintah ruler government
pengajian education mass recitation of Quran
percuma free of charge useless, not needed
pijat bugs
(software bugs i.e Year 2000 bug and also commonly referring to the bed bugs)
massage
Javanese pijet
polis police (insurance) policy
polisi policy police
punggung buttock back
pusing to go around a place, circular in motion, to spin/rotate dizzy, confused
pupuk to nurture fertilizer (also means 'to nurture' in the metaphorical sense of the word)
tambang fare mine, rope
tandas toilet to explain, to finish
sulit confidential, difficult difficult

Kata-kata yang berbeda maknanya

Selain perbedaan kosa kata, kedua bahasa juga memiliki perkataan-perkataan yang sama tetapi berbeda maksudnya (homonim). Oleh karena perkataan-perkataan tersebut seringkali digunakan dalam kedua bahasa tersebut, maka hal tersebut mudah menimbulkan kesalahpahaman.
Perbedaan makna ini terbentuk atas penuturan yang menjadi kelaziman dari kedua negara, sedangkan dalam segi tertulis tidak terbentuk perbedaan yang ketara sebab makna yang ada dalam bahasa Malaysia juga sebenarnya ada dalam bahasa Indonesia (makna bahasa Melayu dalam tiap daerah di Indonesia beragam mengingat banyaknya dialek bahasa Melayu di Indonesia). Beberapa perbedaan tersebut di antaranya:

Perkataan makna dalam bahasa Malaysia makna/sinonim dalam bahasa Indonesia
ahli anggota (mis. dari partai) pakar
akta undang-undang surat resmi yang disahkan oleh suatu badan resmi atau pemerintah
baja bahan untuk menyuburkan tetumbuhan besi tahan karat
banci perhitungan bilangan penduduk seorang berjenis kelamin wanita dan pria
bercinta menyatakan rasa kasih sayang kepada orang lain menaruh rasa cinta
biji pil, tablet benih
bisa racun 1. boleh, dapat; 2. racun
boleh dapat(contoh:dia boleh bicara=dia bisa/dapat bicara) 1. mengizinkan (contoh:Dia diizinkan bicara)
bugil/bogel telanjang, langsung tidak berpakaian telanjang, bugil
bontot/buntut punggung ekor; terakhir (untuk urutan anak)
bual bersembang (berbual) omong kosong (membual), cakap besar (sombong)
budak anak-anak, orang muda hamba abdi, hamba sahaya
butuh/butoh alat kelamin lelaki (lucah) perlu [14]
comel cantik dan menarik, molek kecil manis (cantik); mungil; bagus; menggerutu, bersungut-sungut
email emel enamel, lapisan pelindung gigi (juga digunakan istilah émail)
gampang anak luar nikah (kesat) mudah, senang
jabatan bagian dari penadbiran dll yg mengurus tugas-tugas tertentu amanah dalam memegang kedudukan penting resmi dalam suatu pekerjaan; departemen; jawatan
jahat nakal durjana, tidak baik
jawatan kedudukan resmi kantor pemerintahan, jabatan
jemput mengajak atau menyilakan datang 1. memetik; 2. pergi mendapatkan orang yang akan diajak pergi bersama
jeruk buah-buahan (sayur, telur, ikan, dll) yang telah diasamkan (atau diasinkan) buah jeruk
jimat cermat (tentang uang atau penggunaan sesuatu), hemat, tidak boros azimat, benda bertuah
kacak tampan, menarik (bagi lelaki) memegang kiri kanan pinggang dengan kedua-dua belah tangan (berkacak pinggang); tampak gagah, segak
kaki tangan pekerja, seorang yang diupah anak buah (dengan konotasi negatif), seorang yang diperalat
kapan (kain kafan), kain penutup mayat bilamana; berbeda dengan kafan
karya hasil karya (karyawan=pekerja seni) kerja (karyawan=pekerja upahan)
kerajaan semua bentuk pemerintahan sistem pemerintahan yang dipimpin oleh raja
kereta mobil semua kendaraan beroda yang digerakkan dengan tenaga mesin atau makhluk hidup
khidmat servis, kerja untuk memenuhi keperluan orang ramai hormat, takzim
pajak gadai janji cukai
pelan rancangan pembinaan atau pembangunan perlahan, tidak cepat
pejabat tempat bekerja orang yang memiliki jabatan resmi (unsur pimpinan)
pemerintah badan atau kumpulan orang yang mengendalikan penadbiran suatu negara pemerintah/ penadbir, badan tertinggi yang memerintah suatu negara
pengajian pendidikan pembelajaran Alquran
percuma gratis tidak berguna, sia-sia
pijat kutu; ralat pemrograman komputer urut
polis mata-mata, angkatan keselamatan sipil 1. dasar (asuransi dll.); 2. negara kota (di Yunani)
polisi dasar (asuransi dll.) pemelihara keamanan
pusing bergerak dalam bulatan, berputar, berkeliling dalam keadaan keseimbangan terganggu serasa keadaan sekitar berputar; putar; pening, sakit kepala
pupuk menyemai (nilai murni dsb.) penyubur tanaman
tambang bayaran penggunaan pengangkutan awam 1. tempat menggali mineral; 2. semacam tali yang kuat
tandas jamban, tempat membuang air menjelaskan/menyelesaikan sesuatu dengan pasti dan tegas; jamban
sulit rahasia; sukar sukar dicari karena tersembunyi atau jarang didapat